Road Test V-Ixion

Road Test V-Ixion

Beruntung saya sempat mencicipi sensasi menunggangi V-Ixion dari Jakarta – Bandung – Jakarta. Akhir pekan lalu (7-8 April), 20 unit V-Ixion meluncur dari Yamaha Flagship Cempaka Putih menuju Bandung via Bogor-Puncak. Rute pulang mengambil jalan berbeda. Passing Lembang – Cikampek – Cempaka Putih.
Sungguh pengalaman luar biasa karena kami menjadi bagian dari sejarah Yamaha Motor Kencana yang meluncurkan motor sport berteknologi terkini di kelasnya, untuk pertama kalinya di Indonesia.

Selanjutnya….
Apa yang saya tulis di bawah ini berdasarkan pengalaman road test V-Ixion ke Bandung, Sabtu-Minggu (7-8 April) lalu. Reviewer? Enggak juga, karena ilmu saya masih-masih sangat seuprit dibandingan bro Ilham (kafemotor), bro Saftari (saft7.com), bro tok (bebeksableng yang terpaksa ditutup itu karena karyanya dijiplak mentah-mentah oleh media), maupun brothas lainnya.

Di sini saya hanya ingin berbagi informasi mengenai produk terbaru Yamaha Indonesia Motor Manufacturing yang cukup menghebohkan biker Tanah Air itu. Siapa tahu ada yang cukup ilmu untuk saling berbagi mengenai paparan berikut ini. Oh, iya tulisan ini juga untuk menutup hutang saya ketika memposting “Sensasi Nyemplak V-Ixion” hampir dua pekan lalu di YVML. Maaf bro semua. Karena kesibukan saya tulisan ini tertunda. Selain, memang harus menunggu jadwal terbit terlebih dahulu.

Terus terang ketika mendengar, membaca, dan melihat tulisan dan foto-foto V-Ixion di Tabloid Otomotif dan MotorPlus Februari lalu, membuat saya panas dingin. Inilah motor yang paling saya idamkan selama ini. Selain teknologinya lebih maju dibanding motor sejenis di kelasnya, karakteristik V-Ixion pas dengan bodi saya yang “ringan” ini.

Kekuatan itu…
Kekuatan V-Xion, selain tampilannya yang sporty juga adopsi teknologi fuel injection untuk memasok bahan bakar ke ruang mesin. Aplikasi itu terbukti meng-efisienkan bahan bakar. Bukti? V-Ixion yang saya tunggangi, jarum penunjuk bahan bakar (Pertamax) tak bergerak sedikitpun ketika berhenti di Bogor. Pun di Bandung, indikator hanya bergerak seperempatnya. Artinya, dengan isi tanki 12 liter (termasuk cadangan), untuk ke Bandung hanya butuh sekitar 3 (tiga) liter.
Bisa dibilang konsumsi BBM menyamai keiritan Vega R yang 105 cc itu.

Tentu saja data awal ini debatable. Karena tak memakai alat ukur yang presisi. Namun, sebagai catatan penting, semua joki saat itu membetot V-Ixion gila-gilaan. Ada yang gas pol lalu tiba-tiba rem pol. Ada yang mainan kopling terus hingga motor melonjak-lonjak kaya kuda binal. Banyak juga yang maksain pakai gigi 1-2-3 terus-terusan, ampe mesin bergetar-getar. Pokoknya joki yang umumnya anggota klub semacam ;Yamaha Riders Club, Batoc, Jakarta Tiger Club, Batavia Biker Merah Putih, dan lain-lain, itu “memerkosa” V-Ixion dengan segala cara. Intinya, mereka berusaha bersikap ketika menggunakan motor sehari-hari. Hasilnya ya itu tadi, jarum BBM hanya nunjuk seperempat ketika di Bandung.

Tarikan pun enteng, khas produk Yamaha. V-Ixion menang diputaran awal, dan cenderung “soft” (apa ungkapan yang tepat untuk ini?) di kitiran atas. Makanya bro Rusli Irlianto ketua NSR Motorcycle Club dan Insan Firdaus (safety riding officer Batavia Thunder 125 Owner Club) menyebut,” V-Ixion cocok untuk harian dan touring.”

Bagaimana suspensinya? Bro Erwin Setiadi (Divisi Touring Jakarta Tiger Club) menyebut monocross (link suspension) V-Ixion lembut meredam getaran. Dan, tak ambles seperti Scorpio. Soal redaman sistem suspensi belakang ini saya akui. Bersama rekan saya Bro Eri Haryoko, iseng-iseng mencari hazzard di jalan. Menghajar jalanan bumpy pantulannya lembut. V-Ixion sudah menggunakan aki MF, nggak repot clingak-clinguk nengok air aki lagi. Lampu depan sistem DC. Begitu saklar lampu on, lampu langsung byar!.
Tombol di handle mirip dengan New RX-King.

Road test ke Bandung itu bagi sebagian joki termasuk saya benar-benar menantang. Bahkan sampai pada tahap kritis untuk ketahanan mental. Kondisi jalan dan cuaca yang sama sekali tak bisa diprediksi. Ingat, Sabtu-Minggu (7-8 April) itu adalah long weekend karena Jumat libur nasional. Jalanan luar biasa macet, baik di dalam maupun luar kota.

Rombongan sempat dihadang kemacetan 1 jam lebih di sepanjang Tanjung Barat – Lenteng Agung. Garan-garanya ada warga yang meninggal di dekat putaran IISIP dan seremoninya memakan sebagian badan jalan. Tertatih-tatih rombongan harus menelusup keluar dari antrian kendaraan yang lumayan mengular. Akibatnya sebagain besar rider diserang dehidrasi, dan rombongan memutuskan berhenti sejenak di Lenteng Agung setelah lepas dari kemacetan.
Lucu juga melihat para boncenger V-Ixion berlompatan dari motor mencari sebotol air minum.

Usai berpanas ria. Para rider dihajar hujan deras di Tajur, Bogor. Isitrahat sejenak di Puncak Pass, sambil menikmati kabut dan jagung rebus. Hingga masuk Padalarang, Bandung, hujan tetap mengguyur. Rute pulang yang mengambil jalur Lembang, Purwakarta, Bekasi, Jakarta tak kalah “seram”. Diserbu hujan sejak dari Lembang, langsung kepanasan begitu masuk Subang dan Purwakarta. Mendekati Bekasi rombongan menikmati bekas hujan. Namun masuk Jakarta yang habis diguyur hujan lebat para riders harus menghadapi banjir setinggi lutut orang dewasa di Pulo Gadung. Alhamdulillah 20 unit V-Ixion kembali ke markas Yamaha Flaghsip Shop, di Cempaka Putih, Jakarta Pusat, dengan selamat.

Oh iya, ada kejadian unik. Ban depan V-Ixion (saya lupa namanya) kempes ketika rehat di Bukit Indah Purwakarta. Ban langsung diganti dengan melepas ban motor cadangan yang ada di mobil servis. Eh, ketika di Bekasi kembali ban belakang bro (saya juga lupa namanya) kempes. Ban pun langsung diganti dengan ban belakang V-Ixion cadangan. Antisipasi memang telah dilakukan Yamaha dengan membawa dua unit V-Ixion cadangan.

Sekarang weakness-nya…
Rem belakang. Itu yang paling dipersoalkan para riders. Meski pun rem belakang tromol itu cukup mumpuni menghentikan laju, tapi mereka (termasuk saya) berharap dipasang rear disc brake. Tentu ini berkaitan dengan soal harga jual V-Ixion.

Soal harga, ini juga menjadi problem yang dilematis. Para rider (termasuk juga saya tentunya) mengharap harga tak terlalu tinggi. Yamaha, melalui Yoshiteru Takahashi Presiden Direktur PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing dan PT Yamaha Motor Kencana Indonesia (YMKI) menyebut ,”Harga sedikit di atas Mega Pro.”

Melongok situs PT Astra Honda Motor di http://www.astra-honda.com/info/?act=hmtr&PHPSESSID=a9e92aaebad6befdaa4206dc015aae4b harga termurah OTR DKI Jakarta Mega Pro (spoke) Rp 17 juta. Sementara yang CW Rp 18,5 juta. Saya berpikir, nggak mungkin V-Ixion head to head dengan yang spoke. Dengan asumsi itu saya perkirakan harganya paling mahal ya Rp 18, 5 juta lebih sedikit (mungkin 200 – 300 ribuan).

Hem, sebuah harga yang menembus batas psikologis saya. Kalau masih Rp 18 juta lebih sedikit sih masih oke lah. Tapi kalau lebih dari Rp 18,5 juta? Waaah…
Saya berharap hargaynya di bawah Rp 18 juta. Mungkin Rp 17,5 lebih patut bagi orang kebanyakan. Toh V-Ixion menggunakan common part yang cukup banyak.

Common part menguntungkan?
Dari pengamatan saya, common part yang digunakan antara lain ; lampu depan, sein, setang, speedo meter, rem belakang (New RX-King), spion (Vega R).
Untuk mesin tinggal mem-bore up MX 135 menjadi 150 cc. Kalibrasi ulang beres.
Radiator punya MX. Dari sisi ketersediaan spare part, banyaknya common part cukup menguntungkan, karena sudah banyak tersedia di bengkel umum maupun dealer 3S. Namun, dari sisi tampilan (jika diperhatikan detil) terlihat “miskin”. Tapi untuk mengejar harga jual psikologis trik ini termasuk jitu. Cuma ya itu mbok dijual di rentang harga Rp 17an juta. Weeez, maksa nih critanya.

Sistem injeksinya sendiri menurut Pak Herry Setianto, Manajer Promosi YMKI seharga Rp 1,5 jutaan. Satu lagi yang dianggap weak, adalah standar tengah yang ketika di-off-kan terkesan enteng dan memantul, sehingga menimbulkan bunyi klak..klak.. cukup keras.

Untuk pilihan tipe, V-Ixion hanya terdiri satu varian, yaitu pelek CW dengan tiga macam warna dasar, merah, hitam dan biru. Ke depan, Yamaha mengaku akan mengembangkan varian lainnya. Gosipnya bakal melengkapi V-Ixion dengan rear disc brake. Waah, apa beli tahun depan saja ya? Tapi nanti harganya naik tajam? Bingung juga nih.

Tertarik pengin beli? Atau hanya sekadar melihat sosok dan mengelusnya?YMKI menjanjikan tersedia di dealer Yamaha Mei mendatang. Soal

harga pastinya nanti saya update informasinya begitu ada kepastian dari YMKI. Segeralah, karena banyak umat yang menunggu!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: